seo-keyword-strategy-in-2016

Strategi Keyword: Memprioritaskan dan Menerapkan Keyword dari Hasil Riset ke Dalam Website

Sering kita melakukan kesalahan ini, setelah kita menghabiskan banyak waktu untuk mencari keywords namun kita sendiri yang bingung memilih keyword seperti apa yang kita gunakan.

Untuk itulah pentingnya manage strategi keywords.

  • Analisa tingkat kesulitan

Sudah saya bahas di postingan sebelumnya “Analisa Persaingan ” tentang cara menggunakan mozbar dan SEOQuake

#Pertama Analisa Filter keyword yang volumenya cukup tinggi (MANUAL)

Masih ingat (File CSV dari Keyword Planner, Post sebelumnya) buka file CSV anda di Microsoft Excel atau Google Sheets.

Blok kolom-kolom berikut:

CSV-dari-keyword-planner

Kemudian klik kanan di kepala kolom > Delete selected columns.

Setelah itu, blok kolom sisanya dan klik tombol filter:

Filter-di-Google-Sheets-dan-Excel

(kiri: Google Sheets, kanan: Excel)

Klik tanda panah di sebelah Avg. Monthly, kemudian filter yang lebih besar dari angka yang anda inginkan:

Filter-yang-lebih-dari-1000

Volumenya terserah keinginan anda. Dalam contoh di atas, saya menghapus keyword yang volume pencariannya lebih kecil dari 1000 per bulan.Terakhir, klik tanda panahnya lagi kemudian sort largest to smaller (sort Z-A untuk Google Sheets).

# Kedua Analisa  Mendapatkan nilai kesulitannya (MANUAL)

Lakukan pencarian di Google dengan keyword yang tersisa:

Download mozbar terlebih dahulu.Lakukan-pencarian-di-Google-dengan-keyword-yang-tersisa

Klik tombol hijau “Get Keyword Difficulty”.

Setelah itu, buat kolom tambahan di sebelah paling kanan dalam spreadsheet tadi, judulnya “Difficulty”.Masukkan angkanya:Tambahkan-kolom-difficulty

#Ketiga Analisa dengan TermExplorer (OTOMATIS)

termex

Login ke https://termexplorer.com/Public/

  1. Klik menu Keyword Analyzer di bagian atas, klik ‘Start a Keyword Analyzer Project’.
  2. Paste keyword dari file Excel yang sudah anda simpan.
  3. Sebelum menekan tombol ‘Start Project’ ubah negaranya

Tunggu beberapa saat:

Setelah selesai, klik tombol Download CSV:Save-dalam-format-CSV

Kemudian file ini bisa anda buka di Microsoft Excel atau Google Sheets. Dibandingkan cara manual, TermExplorer akan menghasilkan analisa yang jauh lebih lengkap.

Difficulty Score bisa anda lihat di kolom paling kanan:

Difficulty-Score-di-TermExplorer

Point berikutnya adalah :

  • Menentukan prioritas keyword

Kira-kira seperti ini pertimbangannya:

  1. Hindari keyword dengan volume (Avg. Monthly Searches) rendah tapi difficulty tinggi
  2. Prioritaskan keyword dengan volume tinggi dan difficulty rendah
  3. Prioritaskan keyword dengan volume menengah dan difficulty sangat
  4. Prioritaskan keyword dengan volume rendah, difficulty rendah, tapi sangat relevan dengan target pasar anda
  5. Prioritaskan semua keyword yang sangat relevan, terlepas dari difficulty-nya
  6. Hapus keyword yang tidak masuk akal

Sebaiknya anda lakukan analisa manual lagi berdasarkan panduan sebelumnya untuk website-website di halaman pertama Google untuk tiap keyword yang anda incar.

Selain persaingan dan volume, ada satu pertimbangan lagi: search intent.

Pelajari search intent disini

Setelah mengerti search intent itu apa kita tarik kesimpulan bahwa

“Pengunjung tidak suka melihat banyak konten yang menawarkan produk”

  • Memahami jenis konten yang tepat untuk keyword tertentu

Apapun yang ada di sebuah halaman website adalah konten. Untuk keyword commercial investigation dan transactional, biasanya yang kita butuhkan bukan konten artikel, video, atau gambar.

Terkadang keywords tidak membutuhkan artikel. misalnya keywords ” IDM”

Google paham bahwa orang-orang tidak butuh artikel.

Maka dari itu, coba anda search di Google dengan keyword tersebut. Dari peringkat 1-10 isinya tool untuk mencari bagimana download IDM. Bukan artikel.

idm

Jangan lagi buru-buru membuat artikel untuk semua jenis keyword. Perhatikan kebutuhan kontennya.

  • Menggunakan keyword di dalam konten

Kita tidak perlu menggebu-gebu menggunakan keyword di dalam konten. Asalkan kita membuat konten yang isinya tentang keyword tersebut, Google akan paham.

Yang terpenting pada point ini adalah Jangan pedulikan SEO sama sekali saat anda membuat konten. Anda juga tidak perlu mem-bold/italic/underline setiap kali keywordnya muncul.

3 tempat Keramat dimana kita sebaiknya menyertakan keyword:

  1. Judul halaman
  2. URL
  3. Backlink

Advertisements