Marketing-Revolution-Survival-Guide-1200x697Tujuan marketing adalah menukarkan nilai tambah yang ada ke sebanyak mungkin pembeli dan sesering mungkin sehingga pembeli untung, penjual untung.

Definisi Ilmu Marketing menurut Tung Desem Waringin yaitu ilmu menyampaikan penawaran kepada target market sehingga terjadi penjualan yang berkesinambungan.

Sedangkan, definisi marketing revolution menurut Tung Desem Waringin adalah, yang namanya revolution itu berarti besar dan cepat (breakthrough). Jadi ilmumarketing revolution adalah:

Ilmu menyampaikan penawaran kepada Target market sehingga terjadi Peningkatan Penjualan yang Berkesinambungan secara CEPAT dan BESAR.

Ilmu Marketing Revolution juga  menciptakan penawaran yang begitu menarik dan bisa dipercaya sehingga calon pembeli akan berkata kepada diri sendiri, “Saya goblok kalau tidak mau beli”, atau “Saya sungguh beruntung bisa beli.”

12 cara meningkatkan nilai tambah :

  1. Berhadiah aksesoris yang masih berhungungan. contoh : beli Handphone gratis software
  2. Berhadiah produk yang masih sejenis. contoh: beli piring gratis mangkok
  3. Berhadiah produk tidak sejenis. contoh : beli emas dapat payung
  4. Melakukan undian berhadiah
  5. Membuat paket dua produk.
  6. Membuat paket besar dengan harga lebih murah
  7. Produk dengan endorsement
  8. Membuat paket banyak dengan harga lebih murah, contoh:kaos ecer dengan grosir
  9. Menjelaskan keunggulan produk dibanding produk sejenis
  10. Menjelaskan Detail pembuatan yang unggul
  11. Menjelaskan Detail features
  12. Menjelaskan benefits

Jurus dalam Marketing Revolution
Jika Anda melakukannya secara optimal, Anda akan mendapatkan hasil dahsyat :

#1. Kita harus fokus pada USP

Ultimate Advantage (keunggulan utama), Sensational Offer (penawaran yang sensasional), dan Powerful Promise (seperti garansi “kami ganti 2x lipat selisih jika anda menemukan yang lebih murah dari tempat kami )

#2.Melakukan lima usaha marketing

  • memperbanyak lead ( calon customer) kumpulkan orang yang berminat
  • Konversi dari calon customer menjadi kustomer
  • Memperbesar pembelian per kustomer
  • Memperbesar Itensitas pembelian yang asalnya 1bulan sekali menjadi 1 bulan 10 kali. contoh: vocher beli 9 gratis 1
  • Meningkatkan margin

#3. Semua tindakan harus terukur dan tes yang terkecil terlebih dahulu

contoh: iklan di majalah antara halaman kiri dan halaman kanan.

#4. Faktor kali (Tipping Point)

Adalah kita harus selalu mencari orang/perusahaan/negara/yayasan/teknologi/media massa, yang sekali sentuh akan berefek multiplier setiap melakukan usaha atau bisnis.

contoh : yang dilakukan oleh bill gates, dia membuat nilai tambah lebih dulu dari produk-produknya (windows) seperti ms office, media player, outlook, dll. Kemudian dia membuat faktor kalinya dengan menjual ke produsen komputer terkenal di dunia seperti sony, IBM, HP, Toshiba, Acer, Dell , dan lain-lain. Sehingga pembelinya akan berkali-kali banyaknya.

#5. Produktivitas yang terkait penghasilan

Sistem Meningkatkan penghasilan dengan cara meningkatkan produktivitas. Produktivitas biasanya dilakukan oleh karyawan, oleh karena itu membuat karyawan meningkatkan produktivitas adalah dengan memberi mereka komisi.

Seperti uang lembur, insentif, dll.

#6. Monitoring

Monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program anda serta Memantau perubahan, yang focus pada proses dan keluaran. cara melakukan manual adalah dengan menggunakan white board. Namun pada kemajuan teknologi seperti saat ini , menggunakan data komputer sudah cukup.

#7. Prinsip harga, paling murah atau gelap.

Jurus yang menggabungkan antara harga paling murah dan gelap. Gelap maksudnya adalah Membuat nilai tambah pada barang atau jasa, sehingga orang tidak begitu peduli harganya meskipun sedikit lebih mahal.

#Fokus pada USP
Jika dalam marketing normal/ secara umum, USP adalah : U = Unique, S = Selling, P = Proposition. Maksudnya, dalam melakukan suatu proses pemasaran, kita harus memiliki perbedaan dengan yang lain.

Namun, dalam hal ini, USP bagi saya merupakan salah satu kunci kesuksesan Marketing Revolution. Adapun yang saya maksud USP di sini adalah : U = Ultimate advantage, S = Sensational offer, dan P = Powerful promise

Dalam melakukan suatu usaha, kita harus terlebih dahulu mengetahui secara jelas keunggulan apa yang kita miliki dibanding yang lain. Misalnya kita sama-sama membuka warung soto. Pertanyaannya adalah, mengapa seseorang harus membeli soto di restoran kita? Mengapa tidak di tempat yang lain?

Kuncinya, kita harus mempunyai keunggulan. Jika kita sudah tidak mempunyai keunggulan dan sama dengan yang lain, kita disebut bergerak dalam bidang usaha komoditas. Kalau kita bergerak dalam bidang komoditas, sulit bagi kita memperoleh keuntungan lebih besar. Sebab, margin yang kita peroleh sangat tipis.

#Lalu apa perbedaan Marketing Klasik (Classic) dengan Marketing Revolution?

Perbedaannya adalah, Marketing Klasik itu memakai aturan Tata Krama dan Urut-urutan. Sedangkan Marketing Revolution tidak pakai Tata Krama, atau Bebas dari Aturan (Yang terpenting adalah laku).

Kembali lagi, kita harus Open Mind. Maksudnya adalah Anda jangan hanya memakai satu aturan saja. Namun Anda juga menggunakan peraturan yang lainnya karena juga sangat bermanfaat jika Anda gunakan.

Saran saya, supaya Anda tetap mempunyai keunggulan dibanding dengan yang lain, ada dua hal yang bisa dilakukan,yaitu :

1.Diubah

2.Ditambah

Misalnya kita berjualan soto. Jika kita sudah bisa merasa bahwa semua soto itu sama dengan yang lain, maka yang kita pikirkan pertama kali yaitu, apa ultimate advantage restoran soto kita dibanding yang lainnya?

Kita bisa mengatakan yang kita jual merupakan soto dengan potongan daging lebih besar, dipotong miring dengan irisan terlihat bagus, dan menggunakan daging dari bagian dada sebelah kanan. Ditambah lagi dagingnya terasa empuk dan penuh bumbu.

Karena itu, bisa dipasang sebuah spanduk besar di depan restoran yang berbunyi, “Soto kami menggunakan daging dari bagian dada sebelah kanan, putih, dan mulus.Dijamin enak dan lezat!”.

Saya yakin akan banyak orang tertarik dengan promosi seperti itu karena kita mampu memberikan suatu ultimate advantage dibanding restoran soto lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, Ultimate Advantage dapat dicontohkan sebagai berikut.

Jika kita hidup itu merupakan keunggulan dibandingkan dengan yang mati (misalnya karena akibat kecelakaan pesawat). Tapi kalau semua hidup, berarti hidup sudah bukan merupakan suatu keunggulan. Kemudian kalau kita berperilaku jujur, itu adalah keunggulan dibanding jika yang lainnya tidak jujur.

Untuk terjadi penjualan berkesinambungan pasti syaratnya adalah pembeli maupun penjual untung. Andaikan hanya penjual yang untung, namun pembeli rugi, si pembeli pasti kapok dan tidak mau beli lagi. Sedangkan, jika hanya pembeli yang untung dan penjual rugi, maka penjual akan semakin rugi dan tidak bisa berjualan lagi.

Tantangan kedua Ilmu Marketing Revolution adalah bagaimana menyampaikan penawaran yang begitu menarik dan bisa dipercaya kepada calon pembeli yang tepat. Misalnya, Anda menawarkan Mercedes Benz S-Class dengan harga yang sangat murah, 50 persen di bawah harga pasar dan masih berhadiah dua kursi pijat Osim senilai Rp100 juta sekaligus plus tukang pijatnya tetapi Anda menawarkan kepada pengemis di pinggir jalan, bisa jadi yang bersangkutan hanya tertawa.

Namun, jika pengemis ini berjiwa pengusaha atau pernah ikut seminar atau membaca dan mempraktikkan isi buku Marketing Revolution, bisa jadi dia adalah calon pembeli yang tepat. Karena dia akan melakukan paraktik makelar.

7 hukum psikologis marketing revolution

  • Hukum Psikologis mahal= bagus
  • Hukum Psikologis Teimbal balik
  • Hukum Psikologis ikut-ikutan
  • Hukum Psikologis Perbandingan
  • Hukum Psikologis keterbatasan
  • Hukum Psikologis Ya kecil
  • Hukum Psikologis karena
Advertisements