one EntrepreneurshipIslam adalah agama yang syamil wa mutakamil, sempurna dan lengkap. Semua aspek kehidupan diatur dalam Islam, dari tatacara peribadatan hingga masuk ke toilet.

Dari mengatur pemerintah hingga mencari nafkah. Islam menyediakan tuntunannya agar tercipta kehidupan yang adil dan selamat. Dan aturan itu dipenuhi dalam rangka mencari ridho Allah swt.

Seorang muslim yang menjadi entrepreneur berarti siap untuk tunduk pada bagaimana Islam mengatur seseorang berwirausaha. Menjadi pengusaha dalam kerangka islami. Berbisnis untuk memburu ridho Allah swt dan surga-Nya.

Itulah yang dinamakan “Spiritual Entrepreneurship.”

Spritual Entrepreneurship ini memiliki beberapa ciri, antara lain:

1. Kerja Keras

Inilah etos yang wajib dimiliki oleh seorang pewirausaha. Tanpa adanya etos ini, segala kesuksesan hanyalah mimpi. Untuk orang yang tidak mau bekerja keras, masih banyak pilihan jalan daripada menjadi seorang one entrepreneur.one Entrepreneurship

Salah satu attribute kerja keras adalah pengalokasian waktu sekitar 10 jam sehari untuk mengurusi bisnis. Itu adalah waktu ideal, sementara kita masih memiliki kehidupan lain selaku manusia seperti beribadah, berbakti pada keluarga, dan berinteraksi dengan relasi dan teman.

Menjadi pewirausaha berarti memiliki waktu fleksibel. Sepuluh jam sehari tidak terikat waktu datang dan pulang layaknya karyawan kantoran. Juga tak terikat tempat untuk mengurusi bisnis. Selama alat komunikasi di tangan, kita punya banyak hal untuk diperbuat untuk bisnis kita, di manapun kapanpun.

Kerja keras ini sesungguhnya merupakan ajaran Islam juga.

Dari Ibnu Umar ra bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT mencintai seorang mu’min yang bekerja dengan giat”. (HR. Imam Tabrani, dalam Al-Mu’jam Al-Aushth VII/380) :

2. Kerja Cerdas

Sekedar kerja keras, hasil yang Anda dapat belum optimal. Butuh dibarengi kerja cerdas untuk melipatgandakan buah usaha Anda.one Entrepreneurship

Yang membedakan orang cerdas dengan orang bodoh adalah ilmunya. Karena itu, untuk bisa bekerja cerdas, anda perlu menimba ilmu dari siapa saja. Jangan berbisnis dengan nol ilmu dan pengalaman.

Oleh karena itu setidaknya Anda butuh seorang partner yang memberi arahan usaha Anda. Carilah orang yang akan menjadi mentor Anda berwirausaha, dan serap ilmu sebanyak-banyaknya. Dengan bekal ilmu itu Anda bisa bekerja cerdas.

Atau Anda bisa berinvestasi atau membeli bisnis yang sudah berjalan dan bisa diandalkan. Dengan begitu Anda terhindar dari memulai bisnis dari nol. Dengan berinvestasi, Anda bekerjasama dengan mereka yang sudah menjalankan bisnisnya dan memiliki ilmu dan pengalaman.

3. Berdoa & Minta di doakan

Inilah yang menjadi pembeda sipritual entrepreneurship. Kerja keras, kerja cerdas, adalah upaya manusia yang memiliki keterbatasan. Tetapi doa adalah upaya manusia untuk meminta pertolongan pada Yang Maha Berkehendak.

Doa adalah senjata orang mukmin.

Seorang spiritual entrepreneur akan memperbanyak doa. Ia juga memperbanyak sholat sunnah sebagai jalan pembuka rezeki. Tak lupa, ia juga meminta doa kepada orang yang sholeh yang punya kedekatan dengan Tuhan, dan kepada orang yang akan menunaikan ibadah haji/umroh.

Jadilah seorang spiritual entrepreneur, yang akan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. Robbanaa atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.

Baca juga :

Cara menjadi Karyawan Yang Hebat

5 Strategi Cepat Kaya

 

sumber: Pak Muhammad Marwan Hadid

Advertisements